Kampoenglele’s Blog


MERANCANG KOLAM LELE RAMAH LINGKUNGAN
April 17, 2009, 12:37 pm
Filed under: Uncategorized

kolam-lele2Selama ini perikanan khususnya ikan lele, dikenal sebagai ikan yang  jorok, karena hidupnya diair kotor, keruh dan cenderung berlumpur. Namun tahukah anda bahwa, perikana lele bisa dikelola sedemikian rupa sehingga menjadi perikanan yang ramah lingkungan.

Untuk membuat perikanan yang ramah lingkungan tidak perlu mengunakan lahan luas, sampai berhektar – hektar, cekup 600m2 atau separuhnya 300m2 kita bisa membuat kolam lele ramah lingkunagan. Kita ambil contoh 600m2 agar tersedia space yang cukup untuk membuat tempat peristirahatan.

80% dari lahan kita pergunakan untuk membuat kolam, berukuran 8m x 12 m, dapat menampung 10.000 Р15.000 ekor ikan lele.  Kolam kita buat dengan pondasi semen, meskipun menurut beberapa peneliatian semen menyebabkan habitat ikan lele menjadi kurang bagus, namun sebagaina ahli menyarankan untuk dibuat pondasi untuk menahan tanah disekitar agar tidak longsor, terutama saat banjir. Sisanya 5% kita pergunakan untuk membuat lumbung, tempat menaruh pakan ternak dan peralatan, kemuadian 5% lagi untuk lahan hijau, dan terakhir sisanya kita pergunakan untuk peraiaran, sanitasi dan jalan setapak.

Untuk luasan 600m2 kita bisa mendapatkan 4 petak kolam lele, adapun bagi anda yang punya keterbatasan lahan anda bisa membuat nya dengan luas lahan 300m2, sehingga akan diperoleh 2 buah petak kolam lele.

Untuk membuat nyaman, tambahkan 1 hiasan bunga, yang ditanam di tepi kolam, tidak perlu menggunakan pot mahal, cukup sisa semen dari pembuatan kolam. Untuk membuat kolam terlihat bersih dan hijau, bersihkan rumput disekitar kolam setiap dua minggu sekali. Jadi tidak diperlukan peralatan dan biaya yang mahal kan untuk membuat kolam lele ramah lingkungan. Anda tertarik untuk mencoba.



LUMUT DIMUSIM HUJAN SANGAT MEMBANTU BIBIT IKAN LELE
April 27, 2009, 12:47 pm
Filed under: Uncategorized
Kolam Hijau Dengan Lumut dan Kompos Organik

Kolam Hijau Dengan Lumut dan Kompos Organik

Seperti halya bayi pada umumnya, bibit ikan lele juga tergolong sangat kecil, karenanya makhluk ini sangat rentan terhadap perubahan cuaca. Cuaca yang sering hujan, sering kali manyebabkan kematian pada bibit ikan lele, oleh karenanya pada musim ini banyak petani yang mengeluhkan karena hasil panen ikan lelenya yang kurang bagus.

Cara mengantisipasi hal tersebut sangatlah mudah, kita cukup menyiapkan kolam yang sebelumnya telah diisi air selama 1 – 2 minggu dalam kondisi diam. Tidak perlu kuatir air ini akan keruh atau kotor, karena yang kita perlukan adalah merubah warna air ini. Biasanya ekosistem air sawah menyebabkan air berubah warna, tampak kecoklatan karena air sawah. Namum karena disekitar kolam dipenuhi dengan tumbuh – tumbuhan, menyebabkan air berubah warna menjadi hijau, atau dipenuhi dengan lumut.

Nah warna air yang hijau ini sangat cocok untuk bisa dipergunakan sebagai budidaya bibit lele. Tapi jangan sampai warna hijaunya dari tumbuhan enceng gondok ya, karena tumbuhan jenis ini bersifat menyerap oksigen, sehingga menyebabkan ekosistem dibawahnya mati karena kekurangan oksigen.

Akan tetapi kehadiran lumut di kolam air sawah melindungi bibit ikan lele dari sinar matahari dan guyuran air hujan, warna lumut yang hijau terkadang juga dihasilakn dari penambahan pupuk, berupa pupuk kandang ke dalam kolam, sebelum benih ikan lele dimasukan.



IKAN LELE COCOK HIDUP DI AIR KERUH
April 24, 2009, 10:13 am
Filed under: Uncategorized

kolam-lele-sawahSelama ini sebagain orang beraggapan kolam untuk peternkan ikan yang baik adalah yang airnya jernih, sehingga terlihat jelas gerak – gerik ikannya. Namun tahukan anda kalo habitat yang paling bagus untuk ikan lele sebenarnya adalah air keruh bukan air tawar.

Sebenarnya ikan lele adalah ikan yang sangat mudah untuk dipelihara. Air yang dibutuhkan juga tidak terlalu banyak, dan ikan jenis ini memiliki kecenderungan hidup di air diam. Sawah adalah habitat yang bagus untuk ikan lele, selain tekstur tanahnya masih penuh dengan unsur hara, juga kandungan oksigennya yang dihasilkan masih banyak.

Habitat air sawah akan membantu pertumbuhan ikan lele menjadi lebih cepat, selain itu juga dari sisi ketercukupan kandungan protein juga lebih banyak. Air sawah cukup diganti tiap 1 minggu sekali, apabila umur ikan lele kurang dari 2 minggu, maka tidak perlu dilakukan pergantian. Tumbuhan semak disekitar kolam juga membantu meberikan oksigen ke dalam habitat kolam. Mudah kan untuk melakukan budidaya lele, tidak perlu biaya mahal dan perawatan ekstra, hanya dibutuhkan kesabaran. (tri)



KOLAM IKAN LELE, TEMPAT MELEPAS PENAT ALTERNATIF
April 22, 2009, 5:58 pm
Filed under: Uncategorized

gubuk-tepi-kolamKemarin kita sudah bahas bahwa kolam ikan lele bisa di rancang sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan tempat persinggahan sementara. Selama ini kolam ikan dikenal dekat dengan persawahan, jalan yang dilalui pun lebih banyak becek dan penuh semak – semak.

Kali ini kita akan menambahkan tempat persinggahan, dalam mengelola kolam ikan. Istilahnya gubuk, tempat ini bisa dijadikan tempat peristirahatan setelah memberi pakan ternak pada ikan lele, atau pada saat panen, setelah selesai memanen.

Ukuran tanah yang diperlukan tidak perlu terlalu besar, untuk ukuran 2 unit kolam ikan lele, kita bisa tambahkan 1 gubuk untuk tempat peristirahatan. Ukurannya cukup dengan 2,5m x 1,2m bisa dengan atap alang – alang atau pelepah daun, anyaman bambu ataupun dari genting.

Gubuk ini sebaiknya diletakkan dekat dengan pintu masuk kolam, selain sebagi tempat peristirahatan, juga bisa dijadikan sebagai tempat untuk memantau kondisi disekitar kolam. Tertarik untuk merubah kolam ikan anda menjadi tempat rekreasi menarik, tunggu apalagi.



Februari 14, 2009, 3:06 pm
Filed under: Uncategorized

Saya dilahirkan dan dibesarkan di Kampoeng Lele, dahulu bernama Mangkubumen, sebuah desa kecil diperbatasan antara Kab. Boyolali dan Kab. Klaten dari sisi selatan. Sejak dulu mata pencaharian penduduk di k Kampoeng Lele adalah bertani. Sampai pada suatu ketika, saat musim paceklik melanda, masyarakat berubah haluan dari semula bertani beralih profesi menjadi peternak.

Ternak yang pertama kali dilakukan adalah ayam, akan tetapi tidak berlangsung lama, hanya beberapa tahun. Tepatnya tahun 1998, ada upaya dari warga mencoba untuk memulai ternak ikan lele. Saat itu bibit di datangkan khusus dari Tulung Agung. Beberapa tahun kemuadian warga lainnya mulai ikut untuk berternak ikan lele, sampai akhirnya menjelang tahun 2000, hampir seluruh warga berternak lele.

Sebagain besar warga di Kampoeng lele, mengubah sawah mereka dari padi ke tambak kolam ikan. Rata – rata setiap kepala keluarga memiliki kolam ikan. Adapun yang tidak memiliki kolam ikan sendiri, mereka bekerja ditempat warag lain yang memiliki kolam ikan, untuk di garap.

Hasil panen ikan, dijual kepada pedagang besar, yang sebagian besar adalah warga desa di Kampung lele, ada juga yang langsung dijual kepada end user. Dalam hal ini seperti pengelola kolam pemancingan, pemilik warung makan lesehan atau pedangan kaki lima yang menjajakan pecel lele.

Hampir semua warga sejak tahun 2000 bergantung hidup dari berternak lele, sehingga muncul ide dan gagasan dari pemprov Jateng untuk menjadikan sebagai proyek percontohan desa perikanan. Adanya ide untuk merubah nama Mangkubumen menjadi Kampoeng Lele, adalah wacana dari pemprov dalam rangka mewujudkan proyek percontohan desa perikanan.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, maka diusulkan kepada pemerintah pusat, pada masa pemerintahan Presiden Megawati untuk meresmikan perubahan desa Mangkubumen menjadi Kampoeng Lele. Tahun 2004 adalah rencana untuk perubahan tersebut, akan tetapi belum sempat Presiden Megawati meresmikan desa tersebut, beliau sudah terlanjur lengser.

Tepatnya tahun 2007, melanjutkan dari program semula, Presiden SBY memenuhi janji kepada masyarakat desa Mangkubumen, dengan meresmikan perubahan nama desa menjadi Kampoeng Lele. Sejak mulai saat itu populer nama desa kampoeng lele, sebuah desa yang diklaim sebagai penghasil ikan lele paling banyak untuk saat ini.1378_07



Hello world!
Februari 14, 2009, 6:47 am
Filed under: Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!