Kampoenglele’s Blog


Februari 14, 2009, 3:06 pm
Filed under: Uncategorized

Saya dilahirkan dan dibesarkan di Kampoeng Lele, dahulu bernama Mangkubumen, sebuah desa kecil diperbatasan antara Kab. Boyolali dan Kab. Klaten dari sisi selatan. Sejak dulu mata pencaharian penduduk di k Kampoeng Lele adalah bertani. Sampai pada suatu ketika, saat musim paceklik melanda, masyarakat berubah haluan dari semula bertani beralih profesi menjadi peternak.

Ternak yang pertama kali dilakukan adalah ayam, akan tetapi tidak berlangsung lama, hanya beberapa tahun. Tepatnya tahun 1998, ada upaya dari warga mencoba untuk memulai ternak ikan lele. Saat itu bibit di datangkan khusus dari Tulung Agung. Beberapa tahun kemuadian warga lainnya mulai ikut untuk berternak ikan lele, sampai akhirnya menjelang tahun 2000, hampir seluruh warga berternak lele.

Sebagain besar warga di Kampoeng lele, mengubah sawah mereka dari padi ke tambak kolam ikan. Rata – rata setiap kepala keluarga memiliki kolam ikan. Adapun yang tidak memiliki kolam ikan sendiri, mereka bekerja ditempat warag lain yang memiliki kolam ikan, untuk di garap.

Hasil panen ikan, dijual kepada pedagang besar, yang sebagian besar adalah warga desa di Kampung lele, ada juga yang langsung dijual kepada end user. Dalam hal ini seperti pengelola kolam pemancingan, pemilik warung makan lesehan atau pedangan kaki lima yang menjajakan pecel lele.

Hampir semua warga sejak tahun 2000 bergantung hidup dari berternak lele, sehingga muncul ide dan gagasan dari pemprov Jateng untuk menjadikan sebagai proyek percontohan desa perikanan. Adanya ide untuk merubah nama Mangkubumen menjadi Kampoeng Lele, adalah wacana dari pemprov dalam rangka mewujudkan proyek percontohan desa perikanan.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, maka diusulkan kepada pemerintah pusat, pada masa pemerintahan Presiden Megawati untuk meresmikan perubahan desa Mangkubumen menjadi Kampoeng Lele. Tahun 2004 adalah rencana untuk perubahan tersebut, akan tetapi belum sempat Presiden Megawati meresmikan desa tersebut, beliau sudah terlanjur lengser.

Tepatnya tahun 2007, melanjutkan dari program semula, Presiden SBY memenuhi janji kepada masyarakat desa Mangkubumen, dengan meresmikan perubahan nama desa menjadi Kampoeng Lele. Sejak mulai saat itu populer nama desa kampoeng lele, sebuah desa yang diklaim sebagai penghasil ikan lele paling banyak untuk saat ini.1378_07


1 Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: